Langsung ke konten utama

Postingan

YANG DEKAT, YANG JAUH

YANG DEKAT, YANG JAUH F Yang dekat didepan mata Tetapi ada lautan yang memisahlkan Yang jauh selalu ada jembatan untuk menggapainya           Yang dekat mengerti tetapi tak acuh           Yang jauh mana tahu, tetapi perasaanya tersentuh Yang dekat selalu ada tetapi tidak terlihat tak teraba Yang jauh tergenggam dengan erat

BOLEHKAH AKU BERMIMPI?

BOLEHKAH AKU BERMIMPI? F Bolehkah aku bermimpi? Imppian yang setinggi langit Apakah harus kudapatkan izin untuk bermimpi? Aku tahu mimpi itu jauh didepan sana Sementara aku berdiri disini           Entah itu merangkak ayau berlari           Jika aku berusaha aku tahu pasti           Suatu saat aku akan mendekati mimpiku Aku terus berusaha hingga peluh tanpa terasa mengalir deras Hingga dunia seperti bergoyang, dan pohon-pohon bernyayi riang Dan udara dingin menampar wajahku, mengembalikan kesadaran           Karena tahu aku punya mimpi           Tak mungkin aku berpangku tangan manis           Mana berani aku bermimpi jika seperti itu        ...

KEKUATAN CINTA

KEKUATAN CINTA (FITRIANI) Jangan dipikir semua ternilai dengan uang Cinta akan mengalahkan segalanya Kau tidak mengerti sekarang Pada saatnya kau akan memahaminya Bila saatnya tiba Semua terasa tidak masuk akal Kau akan mengerti betapa dia tidak berdaya Menghadapi cinta sepenggal Milyaran debit yang tertulis Lumpuh akan satu cinta Lihat ia terkulai pesimis Dan cinta yang perkasa Dapatkah kau rasakan betapa tegar Betapa kuatnya hingga terdampar Rasa yang selalu berguling Sering musim berlalu dan datang

GERIMIS

GERIMIS (fitriani) Cuaca hangat bersama mentari Pemandangan indah Dari balik buliran air Satu satu mulai nampak Gerimis Membasahi wajah Mereka berlari Menghindari kepungannnya Dari bawah atap Tangan mungil terjulur indah Merasakan setiap tetes air Meresapi dinginnya Ia tersenyum Bersama turunnya gerimis

CERPEN "MY SWEET CITY"

MY SWEET CITY.       Suara kayu bergemuruh, terinjak-injak semakin terdengar keras akibat injakan motor-motor yang mulai berlalu lalalng memulai aktivitas dipagi hari, suara motor perahu mulai terdengar, perahu yang telah mengarungi lautan telah kembali pada dermaga-dermaga, yang ia tinggalkan, suara motor perahu itu menandakan betapa bahagianya ia pulang kembali kesandarannya. Cahaya mentari menyelinap masuk tanpa izin mpunya rumah. Menyinari tubuh yang sedang bergeliat di alam mimpi. “Fitri… Fitri… bangun”. Teriak seorang wanita dengan keras dari arah dapur. “Ngghh… oh tidak, jam berapa ini?” Kesal seorang wanita yang dipanggil Fitri, sambil meraba bantal yang ada disamping kirinya, bantal yang biasa ia gunakan untuk menindih pinggiran kelambu, mencari sesuatu. “Astaga apa dia tidak berbunyi?”. Ternyata itu sebuah jam kecil yang sudah di atur dengan alarm. Fitri    : “astaga, terulang lagi, entahlah hari ini akan berjalan sesuai ...