Langsung ke konten utama

Postingan

RSVP Reuni

          RSVP Reuni Bukan aku tak ingin bertemu Reuni tentang masa lalu Tapi aku takut dengan hatimu Akan terluka dengan hadirku Aku takut wajahku, suaraku Akan membangkitkan kenangan kelammu Kesalahanku dahulu ... Yah, entah ada apa hari itu Kesalahan terus saja bertandang padaku Kesalahan yang memudarkan senyumanmu hari itu Kesalahan yang membuatmu membisu dihadapanku Yang membuatku tergagu disekitarmu selama seminggu Kurasa mereka juga memperlakukanku sama sepertimu Meskipun prasangkaku bilang, sekarang keadaan sudah baik-baik saja Mereka sudah kembali tersenyum Mau menyapa saat bertemu sepintas lalu Tapi ingatanku belum pudar, masih begitu pekat akan hari itu Aku tak ingin merusak suasana disana Ada dan tiadanya dirikupun, rasanya tak akan terlalu berpengaruh Seperti biasanya... Aku hanya ingin 'indah' yang dikenang 'Pahit' maaf sepertinya kau harus bersamaku saja sendiri Untuk RSVP reuni yang akan datang Bontang...

Hakikat Merah

               Hak ikat Merah Jika bertemu dilampu lalu lintas Artinya kau harus berhenti sejenak Barangkali untuk mengambil nafas dengan bebas Memikirkan dengan bijak Apakah arah tujuan sudah tepat Merahpun selalu dikaitkan dengan darah Tak jarang pula dengan api yang membara Agar semangat didalam nadi tetap berkobar Karena, perjuangan yang mungkin membekaskan bilur Telah menanti didepan mata Merah juga kadang disangkut pautkan dengan mawar Mungkin, ini belum waktunya bagiku Untuk mekar merekah Kemudian... Orang bilang, merah adalah pertanda marah Tapi aku tidak marah, hanya sedikit kecewa Dari yang kau cap merah Bontang, 22 Maret 2019

Ini ( . )

                       Ini ( . ) Titik ini mengakhiri sebuah kalimat Titik ini mengakhiri sebuah paragraf Titik ini sebuah salam perpisahan Kepada semua mata yg pernah singgah Dan jiwa yang pernah dijamah Titik ini mengakhiri sebuah kisah Untuk benar-benar berakhir Namun... masih berharap melahirkan kisah yang baru Sebuah asa dari titik Bontang, 20 Maret 2019

Banyak Bicara

Banyak Bi cara Tiba-tiba saja kau banyak bicara Setiap benda didepan mata jadi topik utama Kenapa? Rupanya... Kau menghindari sebuah 'topik' Dan menimbunnya dengan topik yang 'lain' Yah... Aku tahu itu Hanya saja itu sangat nampak Malah lebih mencuri gakan Kenapa tidak bersikap biasa saja Seolah tak ada apa-apa Belajar menata emosi Agar dapat bertopeng lebih baik lagi Bagaimana jika nanti topik 'itu' terucap? Muncul tak sengaja karena banyak cakap Upssss.... Bontang, 20 Maret 2019

Orang Ke-3

                      Orang Ke-3 Hanya orang ke-3 Diantara kau dan dia Yang tak mungkin menjadi kita Bagai sebuah jembatan Aku memisahkan kalian diujung-ujungnya Layaknya filosofi jembatan Aku harap mampu mempertemukan langkah kalian Aku sudah membentang Siap ditantang, untuk dipijak Lalu, siapa diantara kalian yang lebih bijak? Atau mungkin kalah telak? Oleh ego yang semakin riskan Siapa yang sudi untuk melangkah terlebih dahulu? Merajut hati yang telah patah Aku tetaplah jembatan bagi kalian Saat sebuah senyuman masih asing Jika kalian telah mampu bergandeng tangan Aku akan hilang secara perlahan Bersama tawa kalian yang melebur pelan Aku akan hilang Bontang, 19 Maret 2019

Hari Ini!

Hari Ini! Berdiri antara maya dan realita Telah surut namun berhasrat kembali pasang Mencari pelangi dalam hitam Memeluk angkara dalam senyuman Dalam hening Nyanyian hati mengalir syahdu Siapa berani menggerogoti kerangka falsafah? Jika karsa sudah menghujam Tanpa tahu dimana ujungnya Bontang, 17 Maret 2019

Siapa 'Aku'? Siapa 'Ia'?

Siapa 'Aku'? Siapa 'Ia'? Untuk melegakan relung hatimu Yang sesak tak terbendung Aku siap menjadi telinga Mendengar keluh kesah, dari segala asa Aku siap menjadi bahu Tempatmu bersandar, berbagi beban dari hari itu Aku siap menjadi raga Tempat berlindung semua rahasia Tapi maaf Aku tak bisa menjadi sebuah jiwa Tersenyum bersama, sebagai respon cerita bahagia Turut bersedih atas cerita duka Merasa perih dari sebuah luka Untuk itu, berikan aku kepada dia Biar ia lihat cerita yang ada Kau nikmati saja respon yang tercipta Karena hanya ia yang bisa Tempatmu berkomunikasi dua arah 'Ia' adalah pelengkap dari 'aku' Bontang, 16 Maret 2019