Langsung ke konten utama

Postingan

Di suatu pagi

Di suatu pagi Ketika terbangun disuatu pagi Mata enggan terbuka Belumlah siap menghadapi kenyataan yang sudah mengetuk Air mata, terus saja menerobos bendungan tanpa tahu permisi Pagi itu, hangatnya mentari membawa kesedihan untukku Semua yang terjadi, seolah merapal mantra dan mencipta ilusi Waktu kita tak lama lagi Bahkan Aku berharap, agar petang tak datang Dan menghambur semua kenangan Hilang 21 April 2019

• S E P E R T I •

• S E P E R T I • Seseorang yang memeluk Yang memapah saat terpuruk Namun, disana tak kulihat darah yang menjejak Diatas jalan yang telah tertapak Perlahan Kau bekaskan bilur dengan senyuman Sungguh, aku tidak peka Mungkin aku terbius dengan apa yang tampak Hingga tak mampu meraba watak Dalam ikatan 'dekap' yang sangat erat Aku 'tersekap' tak kuasa menjerit Sakit jadi 'alibi' Namun, bukanlah obat penyembuhnya Hanya takut 'rupa' Membuat 'jera' Seperti April 2019

Waktu

Waktu adalah pedang, Dengan kedua sisinya Yang menghamparkan jarak, Namun juga mampu memangkasnya Yang berujung pada 'rindu' Entah.. Bagaimana kelanjutannya Apakah ego yang bermain, Atau mengalah pada rasa

Hanya sebuah narasi tentang masa SD, SMP, dan SMA

12 tahun yang lalu, aku berangkat kesekolah diantar ayah atau ibu, lengkap dengan seragamku yang berwarna merah putih, tak ketinggalan dasi dan topiku pun kupakai, dan jangan lupakan rambutku yang sudah ditata rapi oleh ibu. Kugenggam erat tangan mereka, rasanya aku takut, malu, sekaligus semangat, diwaktu yang sama. Suasana sekolah yang pertama kali aku rasakan, punya guru-guru yang kuanggap orang tua disekolah, berjumpa dengan banyak sekali kawan baru. Dan aku punya teman sebangku yang sangat baik. Masa itu kita melukis berjuta warna, tak lupa pula kita mulai merajut berjuta kisah bersama dengan seragam merah-putih. Kita bermain bersama dan tertawa riang. Saat aku harus berlari menghindari sergapan sang kucing, dan jangan lupakan hulahop yang bentuknya seperti donat kesukaanku. Aku rasa kita hampir memainkan semua permainan masa itu. Tak terasa enam tahun telah kulalui, kini seragamku berganti menjadi putih-biru, sekarang aku seorang siswa SMP, yang mereka bilang masa anak ABG, ali...

Topeng

Topeng Putih sudah tercemar Hitam tak lagi pekat Yang kulihat hanyalah topeng-topeng kemunafikan Karakter mana yang kau bicarakan? Saat kau bilang semua hanya formalitas tanpa batas Sungguh, kau telah kehilangan identitas! Menjadi bebas, lebih tepatnya liar hah! Tak menemukan batasan, malah kebablasan! Sungguh molek kau berdandan Mengelabui seperti bunglon Sekarang kau macam tirani! Entah apa yang menyambut nanti Sudah cukup sampai disini Cukup tahu siapa pelakon semua ini! Jangan melangkah lebih dekat lagi! Bontang, 04 April 2019

RSVP Reuni

          RSVP Reuni Bukan aku tak ingin bertemu Reuni tentang masa lalu Tapi aku takut dengan hatimu Akan terluka dengan hadirku Aku takut wajahku, suaraku Akan membangkitkan kenangan kelammu Kesalahanku dahulu ... Yah, entah ada apa hari itu Kesalahan terus saja bertandang padaku Kesalahan yang memudarkan senyumanmu hari itu Kesalahan yang membuatmu membisu dihadapanku Yang membuatku tergagu disekitarmu selama seminggu Kurasa mereka juga memperlakukanku sama sepertimu Meskipun prasangkaku bilang, sekarang keadaan sudah baik-baik saja Mereka sudah kembali tersenyum Mau menyapa saat bertemu sepintas lalu Tapi ingatanku belum pudar, masih begitu pekat akan hari itu Aku tak ingin merusak suasana disana Ada dan tiadanya dirikupun, rasanya tak akan terlalu berpengaruh Seperti biasanya... Aku hanya ingin 'indah' yang dikenang 'Pahit' maaf sepertinya kau harus bersamaku saja sendiri Untuk RSVP reuni yang akan datang Bontang...

Hakikat Merah

               Hak ikat Merah Jika bertemu dilampu lalu lintas Artinya kau harus berhenti sejenak Barangkali untuk mengambil nafas dengan bebas Memikirkan dengan bijak Apakah arah tujuan sudah tepat Merahpun selalu dikaitkan dengan darah Tak jarang pula dengan api yang membara Agar semangat didalam nadi tetap berkobar Karena, perjuangan yang mungkin membekaskan bilur Telah menanti didepan mata Merah juga kadang disangkut pautkan dengan mawar Mungkin, ini belum waktunya bagiku Untuk mekar merekah Kemudian... Orang bilang, merah adalah pertanda marah Tapi aku tidak marah, hanya sedikit kecewa Dari yang kau cap merah Bontang, 22 Maret 2019