Langsung ke konten utama

JALANKU



JALANKU
(fitriani)
Dalam renung jalanku terbayang
Dimana? Dimana?
Aku tersungkur dalam sudut yang dalam
Apakah mereka sadar kehadiranku
Tak ada tangan hangat yang terulur
Aku harus terbit bersama mentari yang pulang ke peraduannya
Diantara ribuan bintang gemerlap
Jalan itu, jalan itu tlah termiliki
Lalu kenapa?
Ini diriku, menapak dalam satu jalan
Bersama bintang yang terang
Akankah aku bersinar terang
Ataukah aku terbakar sinarku
Kucari jawabnya dalam jalanku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

It’s Missing You (inspirasi dari lagu “Missing You” oleh BtoB)

It’s Missing You (inspirasi dari lagu “Missing You” oleh BtoB)             seorang penyiar berita sedang menyiarkan secara live kebakaran disebuah rumah, terlihat dibelakang penyiar itu api yang melahap habis sebuah rumah dikawasan yang cukup elite, “seluruh keluarga tewas dalam kebakaran ini, namun beruntung saja putri dari keluarga ini masih bisa diselamatkan, ia baru berusia 8 tahun” ucap penyiar itu.           Terlihat seorang anak laki-laki sedang menonton berita ditelevisi itu, kemudian ia menunjuk TV itu, “ibu ada kebakaran” katanya sambil menunjuk TV itu, dan melihat ibunya yang sedang ada dimeja kerjanya, terlihat ibunya yang sangat anggun duduk dimeja itu, dimeja bertengger manis sebuah papan nama yang lucu bertuliskan kepala pimpinan yayasan pelangi Kim Hang Ah. “ah ia kesihan sekali, ia tidak punya orang tua lagi seperti tema...

KEKOKOHAN CINTA

KEKOKOHAN CINTA (F) Kokohnya cinta Selalu dipertanyakan Hingga mereka mengguncangnya Tapi tetap berpegang tangan Hingga tembok menjadi retak Karena dahsyatnya kekuatan Jangan biarkan khafilah turut retak Hingga tak tentu arah tujuan Jika karena persyaratan Bukan sebuah cinta Melainkan perjanjian Yang menodai ketulusannya Selalu ukirkan senyum Jangan biarkan meneteskan air mata Karena membuat terluka dalam Hingga bayu turut berduka

Hanya sebuah narasi tentang masa SD, SMP, dan SMA

12 tahun yang lalu, aku berangkat kesekolah diantar ayah atau ibu, lengkap dengan seragamku yang berwarna merah putih, tak ketinggalan dasi dan topiku pun kupakai, dan jangan lupakan rambutku yang sudah ditata rapi oleh ibu. Kugenggam erat tangan mereka, rasanya aku takut, malu, sekaligus semangat, diwaktu yang sama. Suasana sekolah yang pertama kali aku rasakan, punya guru-guru yang kuanggap orang tua disekolah, berjumpa dengan banyak sekali kawan baru. Dan aku punya teman sebangku yang sangat baik. Masa itu kita melukis berjuta warna, tak lupa pula kita mulai merajut berjuta kisah bersama dengan seragam merah-putih. Kita bermain bersama dan tertawa riang. Saat aku harus berlari menghindari sergapan sang kucing, dan jangan lupakan hulahop yang bentuknya seperti donat kesukaanku. Aku rasa kita hampir memainkan semua permainan masa itu. Tak terasa enam tahun telah kulalui, kini seragamku berganti menjadi putih-biru, sekarang aku seorang siswa SMP, yang mereka bilang masa anak ABG, ali...