Langsung ke konten utama

Saya Pamit Undur

Dalam jalan yang tertapak dengan langkah tangguh, harus kembali, dan terpukul mundur oleh angin kencang yang sebelumnya berhembus damai, aku titipkan salam dan doa selamat pada ranting yang aku tinggalkan oleh daun-daun yang berguguran.

Terimakasih atas kesempatannya, dengan ini, pamit undur 

16022022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

It’s Missing You (inspirasi dari lagu “Missing You” oleh BtoB)

It’s Missing You (inspirasi dari lagu “Missing You” oleh BtoB)             seorang penyiar berita sedang menyiarkan secara live kebakaran disebuah rumah, terlihat dibelakang penyiar itu api yang melahap habis sebuah rumah dikawasan yang cukup elite, “seluruh keluarga tewas dalam kebakaran ini, namun beruntung saja putri dari keluarga ini masih bisa diselamatkan, ia baru berusia 8 tahun” ucap penyiar itu.           Terlihat seorang anak laki-laki sedang menonton berita ditelevisi itu, kemudian ia menunjuk TV itu, “ibu ada kebakaran” katanya sambil menunjuk TV itu, dan melihat ibunya yang sedang ada dimeja kerjanya, terlihat ibunya yang sangat anggun duduk dimeja itu, dimeja bertengger manis sebuah papan nama yang lucu bertuliskan kepala pimpinan yayasan pelangi Kim Hang Ah. “ah ia kesihan sekali, ia tidak punya orang tua lagi seperti tema...

Wacana

Wacana Rencana jadi wacana Wacana jadi bencana Berita jadi buaian basa-basi yang benar-benar basi Kamu, lebih memilih bungkam seolah tak tahu apa-apa Dan dia, mengamati seolah bukan perkara untuknya Mudah lidahnya berucap karena tak bertulang Hati nuraninya terlalu mahal untuk mengingat janji yang sudah terlanjur tertuang Apalagi akalnya, tak ada ruang! Kecuali untuk dirinya sendiri! Sedang aku dalam ruang tunggu Dengan sebaris antrian fiktif!

KEKOKOHAN CINTA

KEKOKOHAN CINTA (F) Kokohnya cinta Selalu dipertanyakan Hingga mereka mengguncangnya Tapi tetap berpegang tangan Hingga tembok menjadi retak Karena dahsyatnya kekuatan Jangan biarkan khafilah turut retak Hingga tak tentu arah tujuan Jika karena persyaratan Bukan sebuah cinta Melainkan perjanjian Yang menodai ketulusannya Selalu ukirkan senyum Jangan biarkan meneteskan air mata Karena membuat terluka dalam Hingga bayu turut berduka